Ulul-albab

Ulul albab community
 
IndeksPortailGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Membagun Partai Politik Islam Idelogis (2)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Muhammad Al-Fatiih



Jumlah posting : 32
Location : Keputih 3A
Registration date : 03.09.07

PostSubyek: Membagun Partai Politik Islam Idelogis (2)   Mon Feb 18, 2008 7:30 pm

Konstruksi Parpol Islam

Partai merupakan sekumpulan ide dan orang yang meyakininya berjuang agar ide-ide tersebut diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, parpol Islam merupakan sekumpulan ide Islam dan orang-orang yang meyakininya berjuang agar ide-ide Islam itu diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Ide-ide Islam yang hendak diwujudkan itu adalah ide-ide Islam yang meliputi sekumpulan konsep dan metode implementasinya. Ide Islam inilah yang seharusnya diperjuangkan oleh parpol Islam.

Untuk merealisasikan ide-ide Islam tersebut, parpol Islam harus memiliki bangunan yang jelas dan terarah. Pertama: Parpol Islam dibangun di atas dasar ideologi. Sebenarnya, parpol Islam adalah parpol yang mengusung ideologi Islam, yakni Islam sebagai sistem hidup, sistem hukum, dan sistem pemerintahan. Dengan kata lain, mereka mengemban Islam yang bersifat ideologis dan politis. Islam harus menjadi jatidiri dan rahasia keberlangsungan hidup parpol serta keberlangsungan hidup kaum Muslim.

Aktivitas parpol tersebut seluruhnya terikat dengan panduan hukum-hukum Islam yang menjadi mercusuarnya. Parpol Islam harus bersifat universal; tidak berasaskan kesukuan, kelompok, kebangsaan, atau mazhab tertentu. Ini sesuai dengan universalitas Islam yang tidak mengistimewakan orang Arab maupun ‘ajam (non-Arab). Tentu saja prinsip ini berakibat pada tidak adanya lagi sekat-sekat yang membatasi lapangan politiknya dengan batas-batas geografis yang mengerat-ngerat negeri Islam. Di samping itu, berjuang untuk menegakkan Islam dan untuk kemaslahatan kaum Muslim tidak dibatasi hanya untuk satu negeri tertentu saja, seraya melupakan negeri-negeri Islam lainnya. Jika ini yang terjadi, berarti parpol Islam tersebut mendasarkan aktivitasnya pada nasionalisme/kebangsaan (‘ashabiyyah); satu perkara yang dibenci oleh Rasulullah saw.

Kedua: Parpol Islam memiliki fikrah dan tharqah yang jelas. Jika suatu parpol Islam telah dibangun di atas dasar ideologi Islam maka parpol tersebut memiliki orientasi dan perjuangan yang jelas dan terarah. Dengan demikian, keberadaan parpol Islam sudah dianggap memenuhi fungsinya untuk memperjuangkan Islam dan menjaga kemaslahatan kaum Muslim.

Tiga Unsur Penting Parpol Islam

Pertama: ide dasar (fikrah) maupun metode (tharqah)-nya bersifat ideologis, jelas, dan tegas hingga ke bagian-bagian yang terkecilnya. Tidak ada kesamaran sedikitpun di dalamnya. Prinsip-prinsip ini tidak dapat ditoleransi dan ditawar-tawar lagi. Suatu ketika Rasulullah saw. dibujuk rayu dan diancam oleh kaum musyrik kota Makkah agar Beliau meninggalkan prinsip-prinsip yang menjadi fikrah Islam dan menanggalkan jalan (tharqah) dakwahnya (yang disampaikan melalui pamannya). Dengan tegas Rasulullah saw. menjawab:

وَاللهِ لَوْ وَضَعُوْا الشَّمْسَ فِى يَمِيْنِي وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى اَنْ أَتْرُكَ هَذَا اْلأَمْرَ حَتَّى يُظْهِرَهُ اللهُ اَوْ أَهْلَكَ دُوْنَهُ مَا تَرَكْتُهُ

Demi Allah, seandainya matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku menanggalkan perkara (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya hingga agama ini tegak atau aku mati karena (membela jalan)-nya. (HR Ibnu Hisyam).

Metode perjuangan parpol haruslah mengikuti metode dakwah Rasulullah saw. sebagai pencerminan dari firman Allah Swt.:

وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah; dan bertakwalah kalian kepada Allah. (QS al-Hasyr [59]: 7).

Parpol Islam manapun yang menyimpang, meskipun hanya sedikit, dari metode (yang pernah dijalankan) Rasulullah saw. pasti akan tersungkur dan akhirnya terjebak dalam lingkaran sistem kufur. Salah satu metode yang ditentukan oleh Rasulullah saw. adalah perjuangan untuk menegakkan Islam serta untuk menjaga kemaslahatan kaum Muslim hanya melalui langkah-langkah politik dengan cara berjuang untuk membangun Daulah Islamiyah. Sebab, sebagian besar hukum-hukum Islam bersandar pada keberadaan Daulah Islamiyah. Karena itu, parpol Islam yang berjuang untuk menegakkan Islam wajib menerapkan sistem (hukum) Islam secara total dan menjaga kemaslahatan kaum Muslim di seluruh dunia. Perjuangan parpol Islam yang tidak mengikuti metode yang ditentukan oleh Rasulullah saw. yang bertujuan mendirikan Daulah Islamiyah bagaikan ‘melukis di permukaan air.’

Rasulullah Saw. dan para Sabahat sangat gigih berpegang dengan prinsip dan jalan ini meskipun Rasulullah saw. menghadapi tekanan, konspirasi,dan perburuan (hidup-mati). Orang-orang kafir mengetahui metode Rasulullah ini akan memusnahkan seluruh sistem (hidup, hukum, adat istiadat, dan sebagainya) kufur yang ada.

Kedua: bertumpu pada orang-orang yang memiliki kesadaran politik yang benar, berniat hanya untuk memperjuangkan Islam dan kaum Muslim, serta hanya mencari keridhaan Allah saja. Rasa takutnya hanya kepada Allah semata, bukan terhadap makhluk-makhluk-Nya. Tentu saja, dengan catatan sebuah parpol Islam harus mengedepankan kepemimpinan ideologis (qiydah fikriyyah)-nya dan berupaya jangan sampai muncul benih-benih figuritas atau paternalistik yang bisa menghancurkan parpol itu sendiri serta akan merusak kemurnian ide maupun metode.

Ketiga: ikatan yang menjalin anggota parpol, simpatisan, maupun para pendukungnya adalah ikatan (akidah) Islam. Hubungan mereka dilandasi ukhuwah islamiyah; satu dengan yang lainnya laksana saudara (lihat: QS al-Hujurat [49]: 10).

Dari sini pula, ia memahami musuh bersama dan utama kaum Muslim di seluruh dunia adalah orang-orang dan negara-negara kafir, seperti AS, Inggris, Prancis, Israel, Rusia yang secara terang-terangan melakukan permusuhan, peperangan, dan mengeksploitasi kekayaan negeri-negeri kaum Muslim. (lihat: QS an-Nisa’ [4]: 101).

Parpol Islam harus memposisikan dirinya berhadap-hadapan dengan kekafiran dan negara-negara kafir, sekaligus membongkar rekayasa dan konspirasi jahat mereka terhadap Islam dan negeri-negeri kaum Muslim; bukan sebaliknya, berangkulan dengan institusi dan negara-negara kafir tersebut, sementara dengan sesama saudara sendiri malah saling bermusuhan. Parpol Islam harus melakukan mutba‘ah (pengamatan) atas setiap perkara yang berhubungan dengan pernyataan, manuver, maupun reaksi politik yang dilakukan negara-negara kafir tersebut; terutama yang berkaitan dengan Islam dan negeri-negeri kaum Muslim.

Ketiga: Parpol Islam memiliki kemampuan SDM yang handal dan tangguh. Kemampuan para aktivis parpol Islam yang handal dan tangguh terbentuk karena parpol Islam itu bersifat ideologis. Parpol Islam yang ideologis harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Memiliki pemahaman yang paripurna tentang ideologi Islam, yang terdiri dari fikrah (konsep/ide) dan tharqah (implementasi)nya.

2. Keahlian (kapabilitas) para aktivis partai, khususnya pimpinan partai. Pimpinan partai haruslah orang yang paling memahami dan menyadari fikrah yang diperjuangkan partai dan tharqah untuk mewujudkannya, paling memahami realitas buruk mayarakat dan paling menyadari pentingnya perubahan terhadap realitas buruk itu.

3. Memiliki keterikatan dengan asas partai seperti: (a) keimanan, keikhlasan, dan pemahaman terhadap ideologi partai dan tujuannya; (b) kesanggupan untuk melaksanakan dan mengemban tugas-tugas partai sekalipun bersifat minimal.

4. Memiliki pemahaman dan kesadaran politik terhadap dunia dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. (Ahmad Athiyah, 1996).
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Membagun Partai Politik Islam Idelogis (2)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ulul-albab :: Kategori (Klik Disini) :: Siyasi-
Navigasi: