Ulul-albab

Ulul albab community
 
IndeksPortailGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Ramadhan Dan Tangunggjawab Menerapkan Islam Secara Kaffah 1

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Muhammad Al-Fatiih



Jumlah posting : 32
Location : Keputih 3A
Registration date : 03.09.07

PostSubyek: Ramadhan Dan Tangunggjawab Menerapkan Islam Secara Kaffah 1   Tue Oct 02, 2007 10:00 am

Bulan Ramadhan tiba lagi. Bulan yang penuh rahmat, keberkatan, dan pengampunan. Di Bulan inilah, diturunkanNya Al Quran ke langit dunia (Baitul Izzah) yang kemudiannya di turunkan ke bumi beransur-ansur selama 23 tahun. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Syaitan-syaitan dibelenggu. Sesiapa sahaja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan didasari keimanan dan hanya mengharap redha Allah SWT, ia akan keluar dari dosa-dosanya sepertimana ia dilahirkan. Pada bulan ini juga, setiap pahala dilipatkaligandakan oleh Allah SWT hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih. Bulan Ramadhan merupakan bulan sabar, bulan jihad, dan bulan kemenangan. Sejarah membuktikan pada bulan Ramadhan inilah Allah SWT memberikan pertolonganNya kepada kaum muslimin berupa kemenangan dalam pembebasan kota Mekkah (futuh Makkah), perang Badar dan berbagai kemenangan seperti penaklukan Andalusia (kini Spanyol dan Portugis). Bukan itu sahaja, bulan Ramadhan merupakan bulan membaca Al Quran, bulan mengeluarkan zakat fitrah, bulan memakmurkan masjid, bulan taubat kepada Allah, erat antara sesama kaum muslimin, bulan silaturrahim, menolong mereka yang memerlukan, bulan menjaga lisan dan perbuatan, bulan pembaharuan dan pengukuhan iman, serta bulan penyucian hati dan akal fikiran. Itulah bulan Ramadhan, bulan yang semua waktunya merupakan kemuliaan dan keutamaan. Namun, terdapat suatu perkara yang tidak kalah utama dan agungnya, iaitu kembalinya kaum muslim menjadi ummat yang satu (ummatan wahidah) ibarat satu tubuh, diterapkannya seluruh hukum Allah SWT, berpegangteguhnya kaum muslim kepada Al Quran sebagai tali Allah Rabbul ¡®Alamin, serta memikul risalah Islam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan jahiliyyah mahupun moden menuju cahaya Islam.

Membentuk Ketaqwaan

Allah SWT telah mengaitkan puasa bulan Ramadlan dengan ketaqwaan. Sepertimana yang telah dijelaskan oleh Nya di dalam surah Al Baqarah ayat 183 :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.?

Di dalam ayat ini, Allah SWT telah menjelaskan bahawa di permulaan dari bulan Ramadhan itu adalah taqwa. Berkaitan dengan hal ini Allah SWT telah menegaskan di dalam firmanNya :

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan?(TMQ An Nur : 52).

Berlandaskan hal ini, seperti yang dinyatakan oleh Imam Al Ghazali, dapat difahami bahawa dengan adanya taqwa dalam diri setiap muslim, ia memiliki perasaan takut yang sangat kepada Allah SWT, dan oleh itu ia akan sedar bahawa hidupnya hanya untuk berbakti dan tunduk kepadaNya, serta membersihkan hati dan perbuatan dari segala dosa (Minhajul ¡®Abidin, halaman 121).

Taqwa bukan bersifat kesedaran dalaman tetapi sebaliknya, taqwa ditunjukkan oleh lisan, hati, dan perbuatan. Allah SWT memerintahkan kita agar mengikuti seluruh ajaran yang dibawa Rasul dan mencegah diri dari seluruh larangan yang disampaikan Rasul.. Allah SWT berfirman dalam surat Al Hasyr ayat 7 :

Apa saja yang dibawa Rasul kepada kalian maka ambillah. Dan apa saja yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah.?

Jadi taqwa merupakan ketaatan penuh kepada Allah SWT dengan cara mengikuti setiap hukum dan aturan-Nya yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW. Berkaitan dengan persoalan ini, Allah SWT telah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian semua ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Tetapi, jika kalian menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana?/i> (TMQ Al Baqarah : 208 - 209).

Ibnu Katsir menjelaskan bahawa sebahagian orang-orang Yahudi yang masuk Islam menyangka bahawa keimanan mereka tidak terjejas sekalipun mereka masih mengimani sebahagian kandungan Kitab Taurat. Namun, Allah SWT menjelaskan bahawa masuk ke dalam iman mengharuskan beriman kepada seluruh wahyu yang telah diturunkan oleh Allah SWT iaitu Mabda Islam . Jika tidak, bererti ia telah mengikuti syaitan yang sebenarnya merupakan musuh yang nyata. Itulah yang menjadi asbabun nuzul surah Al baqarah ayat 208 dan 209 tadi. Ibnu Katsir menerangkan lagi tentang ayat ini dengan menyatakan bahawa Allah SWT memerintahkan kepada kaum beriman yang meyakini kebenaran Rasulullah Muhammad SAW untuk mengambil seluruh ajaran Islam dan syari¡¯atnya, melakukan semua perintah-Nya dan meninggalkan apa pun yang Dia larang? (Tafsirul Quranil ¡®azhim, I, halaman 307 - 308).

Jelas, bulan Ramadhn merupakan masa yang terbaik bagi umat Islam samada secara individual mahupun kolektif untuk menjadi orang-orang yang melakukan ketaatan penuh kepada Allah SWT dengan menjalankan hanya hukum dan aturan-aturan-Nya. Ramadhan membentuk mukmin yang taat sepenuhnya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta bersedia untuk menjalankan Islam secara kaffah baik dalam hal ¡®aqidah mahupun hukum-hukumnya (ibadah, makanan, minuman, pakaian, sosial, politik, ekonomi dan budaya) seperti yang telah disebutkan tadi. Mereka bersedia untuk mengikuti wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Di samping itu, Allah SWT telah menurunkan wahyu berupa Al Quran pertama kali. Wahyu inilah yang merupakan sumber hukum untuk dijadikan pemimpin dan pemandu kehidupan. Firman Allah SWT :

Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk (hudan) bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu (bayyinat) dan pembeza / furqan (antara haq dengan bathil)? (TMQ Al Baqarah : 185).

Ayat ini menjelaskan bahwa Al Quran diturunkan oleh Allah SWT Maha Pengasih sebagai petunjuk bagi manusia yang mengimaninya, merupakan hujah-hujah yang jelas bagi mereka yang memahaminya. Bersih dari kebathilan dan kesesatan. Juga merupakan pembeza antara haq dengan bathil, halal dengan haram (Tafsirul Quranil ¡®Azhim, I, halaman 269).

Seperti yang telah difahami, Al Quran bukanlah merupakan sekumpulan pengetahuan, sebaliknya ia merupakan petunjuk hidup. Al Quran tidak sekadar dibaca dan difahami melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Nabi SAW dalam berbagai hadisnya menegaskan bahawa siapapun yang berpegang pada Al Quran dan As Sunnah tidak akan tersesat selama-lamanya. "Kami mendengar, dan kami patuh!?Itulah prinsip yang menjadi pegangan. Alangkah ruginya orang-orang yang memahami Al Quran tetapi tidak mahu mengamalkannya. Orang seperti itu umpama sepohon pokok yang tidak berbuah. Di dalam Al Quran, Allah SWT telah memberikan perumpamaan sebagai pelajaran. Sebagaimana firmanNya :

Perumpamaan orang-orang yang dibebani kepada mereka Taurat, kemudian mereka tidak memikulnya (tidak mengamalkan isinya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amat buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim? (TMQ Al Jumu¡¯ah : 5).

Sungguh orang-orang terdahulu yang diberikan Taurat tetapi mereka tidak menerapkannya disamakan dengan keledai, binatang yang suaranya paling hodoh. Sekalipun ayat ini tegas tentang Yahudi yang diberi Taurat, tetapi dari pernyataan amat buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu?dapat difahami bahawa ia merujuk kepada siapa sahaja yang mempunyai wahyu tanpa melaksanakannya disebut laksana haiwan. Tak dapat dibayangkan, bila ada orang yang mengatakan kepada kita tanda ini seperti keledai!?Tidakkah kita tersinggung? Apakah perasaan kita? Apalagi, yang menyatakan perumpamaan itu adalah Allah SWT yang kita mengharapkan keredhaan-Nya? Orang yang beriman, bertaqwa dan rindu akan redha Allah SWT akan menitiskan air mata apabila disebut begitu oleh Dzat diharapkan ampunan-Nya. Jadi, pada bulan Ramadhan Allah SWT bukan sekadar memerintahkan kewajipan berpuasa dan bertaqwa, tetapi juga menurunkan Al Quran sebagai sumber aturan untuk mencapai taqwa tersebut.

sumber www.mykhilafah.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Ramadhan Dan Tangunggjawab Menerapkan Islam Secara Kaffah 1
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ulul-albab :: Kategori (Klik Disini) :: Kajian Islam-
Navigasi: